Technology

Waspada Penipuan Melalui WhatsApp

Hati - hati dan Waspada Terhadap Penipuan Melalui WhatsApp

Waspada Penipuan Melalui WhatsApp – Kehadiran WhatsApp bagi kebanyakan penggunanya merupakan suatu terobosan yang sangat menguntungkan mengingat pada saat itu sangat dibutuhkan solusi pengganti pengiriman pesan singkat konvensional atau SMS.

Pengguna WhatsApp yang jumlahnya cukup banyak, telah membuat aplikasi ini dinobatkan sebagai 3 aplikasi chat atau perpesanan teratas. Kondisi ini ternyata juga membuat pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab berusaha menggunakan media maupun aplikasi ini untuk menjalankan aksinya.

Bentuk Penipuan Melalui Pesan Singkat

Beragam aksi penipuan yang menggunakan media atau sarana melalui pengiriman pesan singkat ternyata sudah terjadi sejak lama, jauh sebelum adanya aplikasi WhatsApp dan mulai dikenalnya smartphone.

Biasanya para penipu memanfaatkan nomor-nomor GSM yang diperolehnya dari berbagai sumber seperti melalui oknum konter pengisian pulsa maupun melalui sarana lainnya seperti menyebarkan kuesioner yang membutuhkan pengisian nomor handphone calon korban.

Pelaku akan berusaha untuk mengirimkan pesan singkat yang berisikan informasi-informasi yang terkesan menguntungkan namun justru membuat calon korbannya kehilangan sejumlah uang. Berikut ini beberapa contoh aksi penipuan melalui pesan singkat SMS yang sudah lama dilakukan:

Menawarkan Hadiah

Pesan terkait informasi bahwa pemilik nomor telah memenangkan sejumlah hadiah yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan dan hadiah tersebut akan segera hangus apabila korban tidak merespon SMS tersebut.

Ketika korban membalas pesan tersebut atau menghubungi pengirim pesan tersebut yang biasanya disertakan nomor yang dapat dihubungi (biasanya disebut sebagai customer service). Maka sindikat penipuan tersebut akan mengarahkan korban untuk membayar biaya administrasi terlebih dahulu atau biaya ongkos kirim serta biaya registrasi.

Tawaran Salah Alamat

Ternyata SMS yang seolah-olah ditujukan kepada orang lain pun dilakukan oleh pelaku untuk menjerat korban. Dengan demikian korban akan merasa bahwa dirinya beruntung mendapatkan pesan yang salah alamat tersebut dan segera menebus hadiah yang ternyata adalah trik tipuan.

Berita Duka

Kekejaman pelaku untuk menipu calon korbannya juga ternyata tidak hanya terbatas kepada sesuatu yang berbau iming-iming hadiah. Para pelaku juga tidak segan-segan untuk berpura-pura menjadi rekan korban yang mengalami kecelakaan dan membutuhkan bantuan dana secepatnya.

Penipuan Dengan Memanfaatkan WhatsApp

Cara yang dilakukan oleh pelaku untuk melakukan aksinya dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukannya dengan menggunakan pesan singkat. Tawaran hadiah, Promosi, Kesempatan ikut undian, Berita duka hingga informasi kecelakaan pun dijadikan subjek pelaku dalam melakukan aksinya.

Namun sedikit berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pelaku dengan menggunakan mengirimkan pesan singkat konvensional atau SMS sebelumnya, kini pelaku dapat mengetahui dan melacak nama pemilik nomor tertentu yang telah ditargetkan sebelumnya dengan memanfaatkan fitur WhatsApp dan juga perkembangan teknologi saat ini.

Ada beberapa fitur WhatsApp dan juga cara pelaku mendapatkan informasi yang lebih akurat terhadap identitas korbannya seperti memanfaatkan fitur “Nama Lengkap” pemilik nomor WhatsApp dan juga mencari akun media sosial korban melalui mesin pencari.

Cara Hindari Penipuan Melalui WhatsApp

Ada beberapa cara yang masih efektif untuk mengantisipasi penipuan yang dikirimkan melalui media WhatsApp meskipun tidak 100% efektif seperti berikut ini:

  • Hindari Pengisian Pulsa Di Konter : Nomor yang dicatat pada buku pembelian pulsa terkadang oleh oknum penjual pulsa akan kembali dijual kepada sindikat penipuan.
  • Jangan Pajang Nomor Kontak Pribadi : Hindari pemasangan nomor telepon pribadi pada akun media sosial, dengan demikian pelaku akan kesulitan menggali informasi pribadi korban
  • Pergunakan 2 Sim Card : Smartphone pada umumnya dapat menggunakan 2 kartu atau lebih, usahakan pisahkan antara nomor pribadi dan nomor yang bisa di publish untuk umum.
  • Teliti Saat Mengisi Form Data Online : Penggunaan Google Form yang meminta korban mengisi nomor telepon dan juga identitas lainnya sebaiknya dihindari.
  • Hindari Klik-Bait : Biasanya sebuah pesan akan disertai dengan sebuah link yang apabila di klik akan dapat membongkar identitas dari calon korban.

Cara-cara tersebut setidaknya akan sedikit merepotkan pelaku penipuan saat sedang melacak sebuah nomor, biasanya ketika pelaku penipuan merasa kesulitan menggali data seseorang maka nomor tersebut akan dicoret dari daftar dan akhirnya pelaku tidak menghubungi calon korban tersebut.

Jika ternyata nomor sudah terekspos dan juga telah menjadi target aksi penipuan, maka sebaiknya segera lakukan beberapa hal berikut ini agar dapat menghindari kerugian yang lebih fatal:

Matikan Nomor Beberapa Hari

Dengan status nomor yang tidak aktif, maka sindikat penipuan biasanya langsung menghapus nomor tersebut dari database sehingga tidak lagi dihubungi dalam waktu dekat.

Ganti Nomor WhatsApp

Meskipun cara ini sangat berat dilakukan karena harus menginformasikan kembali nomor baru, tapi setidaknya cara ini jauh lebih efektif.

Segera Blokir Chat Tidak Dikenal

Pengiriman pesan singkat penipuan melalui WhatsApp biasanya dilakukan secara otomatis, jadi apabila terindikasi bahasanya terlalu kaku dan ragu untuk langsung diblokir maka cukup tanya 1 pertanyaan spesifik untuk mengkonfirmasi apakah pesan itu dari Bot atau Manusia.

Pelaku juga biasanya menggunakan Virtual Number yang menggunakan kode negara +1 dan +44, nomor virtual ini dapat dengan mudah didapatkan di Internet secara gratis.

Maz Akira

Aku bukan Superman. Jadi takkan bicara besar seperti mau melindungi manusia di dunia. Tapi aku juga bukan manusia rendah yang bisa bilang ‘melindungi orang semampuku saja sudah cukup. Aku ingin melindungi orang sebanyak-banyaknya’

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!